Jumat, 10 April 2009

reagen dan alat

LAPORAN PRAKTEK

Materi Praktek : Pengenalan alat-alat kimia dan pembuatan reagen

Mata Kuliah : Kimia Lingkungan

Hari / Tanggal : Kamis, 18 – 9 – 2008

Kamis, 25 – 9 – 2008

Waktu Praktek : 10.00 – 12.00 Wita

Tempat Praktek : Laboratorium Kimia Politeknik Kesehatan Depkes Denpasar

Pembimbing : 1. Ni Made Marwati, S.Pd., ST., M.Si.

2. I Wayan Merta, SKM

I. PENDAHULUAN

Alat gelas yang digunakan di laboratorium umumnya merupakan gelas boroksilikat. Gelas ini terbuat dari silikat Oksida berkualitas tinggi, Boron Oksida, Aluminium Oksida dan Natrium Oksida. Gelas jenis ini mencair pada suhu agak tinggi dan mempunyai angka mulai yang kecil, oleh karena itu dapat dipanaskan hingga suhu tinggi dan dapat direndam dalam air dingin atau es tanpa terjadi keretakan. Selain itu gelas boroksilikat juga tidak bereaksi dengan bahan kimia sehingga cocok digunkan sebagai alat gelas laboratorium.

II. TUJUAN

Untuk mengetahui alat-alat dan bahan serta cara pembuatan reagen dengan teliti dan benar.

III. PENGENALAN ALAT-ALAT

A. Peralatan gelas dengan ketelitian tinggi

1. Pipet untuk ukur Þ untuk memindahkan cairan atau bahan kimia siap pakai, ukurannya 1-10 cm

Gambar :

2. Pipet takar Þ untuk memindahkan cairan dengan volume tertentu, ukurannya 1-100 cm

Gambar :

3. Pipet tetes Þ untuk menetes cairan (reagen) dalam jumlah kecil untuk 1 ml ± 20 tetes

Gambar :

4. Labu takar / volume Þ untuk membuat reagen, ukurannya 10-100 ml.

Gambar :

5. Buret Þ untuk titrasi (menentukan kadar suatu zat dengan metode titrasi).

Ada 2 macam tipe buret

- mikroburet : ukurannya 5 dan 10 ml dengan interval 0,01

- makroburet : ukurannya 25 dan 50 ml dengan interval 0,1

Gambar :

B. Gelas dengan ketelitian sedang

1. Gelas ukur Þ untuk mengukur volume sample ukurannya 50-100 ml

Gambar :

2. Labu elemeyer Þ untuk analisis zat-zat tertentu dengan metode titrasi, ukurannya 200-300 ml

Gambar :

3. Beker gelas Þ untuk membuat sample, ukurannya 200-1000 ml

Gambar :

4. Botol BOD Þ untuk menentukan oksigen terlarut

Gambar


C. Alat-alat Pendukung

1. Ball pipet Þ untuk membantu dalam proses memipet

Gambar :

2. Corong gelas Þ untuk membantu memasukkan sample

Gambar :

3. Tabung reaksi Þ untuk mereaksikan reagen

Gambar :

4. Tabung COD Þ untuk pemeriksaan COD

Gambar :

5. Gelas arlozi Þ untuk menaruh bahan dan menimbang zat yang higroskopis (basah)

Gambar :

6. Desikotor Þ untuk mengeringkan zat kimia

Gambar :

D. Peralatan Instrumen

1. Timbang elektrik : untuk menimbang bahan-bahan yang digunakan

2. Spektrafoto meter : untuk menentukan konsentrasi / kadar suatu zat

3. Komperator : untuk menentukan kadar suatu zat secara semi kuantitatif

4. Turbine meter : untuk mengukur kekeruhan.

IV. MEMBUAT REAGEN DARI BAHAN CAIR

(Hcl in dari pekat sebanyak 100 ml)

1. Alat dan Bahan

Alat Bahan

- Water glas - Aquades

- Labu elemeyer - Larutan Hcl 0,1 N

- Pipet ukur - Indikator ma 0,1 %

- Ball pipet

- Corong gas

- Botol reagen

- Pipet tetes

2. Cara kerja

a. Mempersiapkan alat dan bahan

b. Membuat reagen Hcl 1 N sebanyak 100 ml dengan rumus.

Mr Hcl

BE =

V

36,5

=

1

= 36,5

V N BE

BE =

% BJ

100

= . 36,5

1000

0,37 x 1,18

= 8,36 / 8,4 ml

di pipet 25 ml larutan standar 0,1 N masukkan ke dalam labu elemeyer labu di tambah mo 0,1 % di ……. Dengan larutan Hcl 0,1 N sampai terjadi perubahan warna dari kuning menjadi jingga.

V. Membuat Reagen dari Bahan Padat

(Na OH IN dari pekat sebanyak 100 ml)

1. Alat dan bahan

Alat Bahan

- Timbang elektrik - Aquades

- Gelas arloji - Larutan Na OH 0,1 %

- Sendok - Indikator PP 0,1 %

- Water Glas

- Labu takar

- Pipet tetes

- Botol reagen


2. Cara Kerja

a. Mempersiapkan alat dan bahan

b. Membuat reagen Na OH 1 N sebanyak 100 ml dengan rumus

N = gr = N. V. BE

mr / BM

BE =

V

40

=

1

= 40

100

= . 1 . 40

1000

= 0,1 . 1. 40

= 4 gr

= 0,1 . 1 . 40

= 4 gr

c. di pipet es ml larutan standar asam okslat 0,1 N, kemudian di masukkan ke dalam labu elemeyer di tambah 3-4 tetes indicator PP 0,1 % kemudian di tetrasikan larutan 0,1 N sampai (dari tidak berwarna) cairan berwarna menjadi merah muda.

VI. Hasil

Ø Mahasiswa dapat membuat reagen Na OH IN

Ø Reagen Hcl IN


VII Kesimpulan

Dengan mengadakan praktek mahasiswa dapat mengenal alat-alat dan penggunaanya dan bisa membuat reagen dengan benar.

IX Pembahasan

Reagen dapat berupa zat padat atau (bubuk kristal zat cair ). Tempat penyimpanan reagen pun harus selalu ditutup dengan baik (hermetis) supaya zat kimia tidak terkena kelembaban udara dan jamur tidak dapat tumbuh.untuk mendapat hasil reagen yang baik, mutu bahan kimia harus dipilih dengan cara membandingkan pentingnya ketelitian dalam menganalisa

Dan peralatan laboratorium sangatlah penting dala melakukan suatu kegiatan praktikum. Peralatan laboratorium juga beraneka ragam jenis dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kewaspadaan serta ketepatan dalam penggunaan harus dilaksanakan agar tidak terjadi kerusakan pada peralatan laboratorium.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar